PerMenLH No 14 tahun 2013 a

Peraturanya bisa di download di SINI

No Comments on Mar 13th 2014

iso 17025

Akreditasi laboratorium merupakan pengakuan formal terhadap suatu laboratorium untuk melakukan kegiatan pengujian dan atau kalibrasi. Akreditasi dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang mengacu ke SNI 19-17025-2008 dimana memuat klausal mengenai persyaratan manajemen dan persyaratan teknis. Untuk mendapatkan akreditasi, kedua persyaratan tersebut harus benar-benar disusun, direkam, disosialisasikan, dimengerti serta dilaksanakan dalam kegiatan sehari – hari laboratorium.

Persiapan Manajemen

Langkah awal untuk mempersiapkan manejemen dimulai dari pembuatan kebijakan mutu dan sistem mutu laboratorium berdasarkan pedoman/persyaratan SNI 19-17025-2008 . Dokumen tersebut terdiri dari Dokumen Panduan Mutu (PM), Prosedure Sistem Mutu (PSM), Instruksi Kerja (IK) baik alat maupun metode, dan formulir / rekaman ( mutu,teknis dan administrasi ). Read the rest of this entry »

1 Comment on Dec 24th 2013

PROPER

PROPER merupakan salah satu program unggulan KLH yang berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan/atau disinsentifkepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Penghargaan PROPER bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan. Hal ini dinilai dari diterapkannya integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa,penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaanbisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 Pada periode 2012 – 2013 ini, hasil penilaian PROPER adalah :
Peringkat Emas berjumlah 12 perusahaan,
Peringkat Hijau berjumlah 113 perusahaan,
Peringkat Biru berjumlah 1039 perusahaan,
Peringkat Merah berjumlah 611 perusahaan,
Peringkat Hitam berjumlah 17 perusahaan.

Untuk lebih lengkapnya, silakan di lihat di : KepMenLH no 349 tahun 2013 Hasil PROPER 2013.

5 Comments on Dec 20th 2013

( SIPENMARU 1986 )

Pada pembakaran 20 cm3 suatu hidrokarbon diperlukan 100 cm3 oksigen, dihasilkan 60 cm3 CO2 dan 80 cm3 H2O

Semua volume diukur pada toC ; p atm.  Maka rumus hidrokarbon adalah :

( A ) C4H10                              ( D ) CH 4

( B ) C3H8                                ( E ) C5H12

( C ) C2H6

Jawab              : ( B )

Reaksi             : CxHy + ( x + ¼ y ) O2 ———> x CO2 + ½ H2O

Perbandingan koefisien = perbandingan volume ( fase gas )

CxHy : O2 : CO2 : H2O = 20 : 100 : 60 : 80 = 1 : 5 : 3 : 4

Jadi x = 3 dan y = 8 ( lihat koefisien CO2 dan H2O )

 

CARA PRAKTIS :Volume dimasukkan sebagai koefisien

20 CxHy + 100 O2 ——> 60 CO2 + 80 H2O

Jadi CxHy = C3H8

4 Comments on Oct 18th 2012

( UMPTN 1991 )

Jika 100 cm3 suatu oksida nitrogen terurai, dan menghasilkan 100 cm3 nitrogen ( II ) oksida, dan 50 cm3 oksigen.  (semua volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama ).

Maka oksida nitrogen tersebut :

( A)  NO                                  ( D ) N2O4

( B )  NO2                                ( E )  N2O5

( C )  N2O

Jawab              : ( B )

Reaksi             : 2 NxOy ———> 2 x NO + ( y – x ) O2

Perbandingan koefisien = perbandingan volume, maka :

NxOy : NO : O2 = 2 : 2x : y-x = 100 : 50 = 2 : 2 : 1

Jadi x = 2 dan y = 1 ==> NxOy = N2O

 

CARA PRAKTIS :Volume dimasukan sebagai koefisien

100 NxOy ———> 100 NO + 50 O2

NxOy = NO2

1 Comment on Oct 4th 2012

( SIPENMARU 1984 )

10 ml gas A2 dan 15 ml gas B2 tepat habis bereaksi, membentuk 10 ml gas AxBy pada suhu dan tekanan tetap.

Harga x dan y berturut-turut adalah :

( A ) 1 dan 2                            ( D ) 3 dan 2

( B ) 2 dan 3                            ( E ) 2 dan 1

( C ) 1 dan 3

Jawab              : ( B )

Reaksi             : x A2 + y B2 ———> 2 AxBy

Perbandingan koefisien = perbandingan volume

maka = A2 : B2 : AxBy = x : y : 2 = 10 : 15 : 10

x    : y   :  2     = 2 : 3 : 2

Jadi x = 2 dan y = 3

 

CARA PRAKTIS :

Volume dimasukkan sebagai koefisien

10 A2 + 15 B2 ———> 10 AxBy

Jadi x = 2 ; y = 3

 

No Comments on Sep 5th 2012

( UMPTN 1991 )

Pada pembakaran 12 gram suatu senyawaan karbon dihasilkan 22 gram gas CO2

( C=12 ; 0=16 ).

Prosentase unsure karbon dalam senyawaan tersebut adalah :

( A )  23 %                  ( B ) 27%                     ( C )  50%

( D )  55%                   ( E )  77%

Jawab              :  ( C )

Reaksi             :  C + O2 ———> CO2

CO2 = 22 gram = 22/44 mol = ½ mol

Karena koofisien CO2 sama dengan koefisien C ; maka

C         = ½ mol           =  ½ . 12 gram = 6 gram

% C     = 6/12 . 100%  = 50%

CARA PRAKTIS :

m C         =  ( Ar C / Mr CO2 ) . m CO2

=  ( 12/44 . 22 gram = 6 gram

% C         =  6/12 . 100% = 50%

No Comments on Aug 10th 2012

( PERINTIS 1981 )

NaSO4 . xH2O ——→ Na2SO4 + xH2O

Bila 11,6 gram Na2SO4 . xH2O dipanaskan, akan terbentuk Na2SO4 sebanyak 7,1 gram

( Na=23 ; S=32 ; 0=16 ; H=1 )

Jadi molekul air Kristal yang terkandung adalah :

( A )     2                      ( B )     3                      ( C )     5

( D )     7                      ( E )     10

Jawab              :  ( C )

Reaksi             :  Na2SO4 . xH2O ——→ Na2SO4 + xH2O

Na2SO4 . xH2O    =  (11,6/142+18x) mol

Na2SO4                     = ( 7,1/142) mol = (1/20) mol

Karena koefisien Na2SO4 . xH2O = koefisien Na2SO4, maka :

( 11,6/142+18x ) mol = (1/20) mol ==> 142+18x = 232 ==> x = 5

 

CARA PRAKTIS :

Na2SO4 . xH2O     = 11,6 gram

Na2SO4  =     7,1 gram      xH2O      45.10-1/18     5/2

———————————— -    ———  =  —————  =  ——  =  5

xH2O =    4,5 gram         Na2SO4    71.10-1/142   1/2

 

No Comments on Jul 19th 2012

( SIPENMARU 1987 )

Suatu oksida timbal mempunyai rumus PbxOy.  Bila 7,18 gram oksida ini direduksi dengan mengalirkan gas hidrogen, ternyata dihasilkan 6,22 gram timbal.

x dan y pada rumus tsb masing-masing :  (Ar Pb = 207; 0 = 16)

( A )    1 dan 1                        ( B )     1 dan 2                        ( C )     2 dan 1

( D )    2 dan 3                        ( E )     3 dan 2

Jawab              :  ( B )

Reaksi             :  PbxOy + y H2 ——→ x Pb + y H2O

PbxOy  =  (7,18/207x+16y) mol          Pb = (6,22/207) mol

Jadi      :  (7,18/207x+16y)  :  6,22/207 = 1 : x

7,18 x/ (207x + 16y)  =  6,22/207

7,18.207x  =  6,22 . 207x + 6,22.16y

(7,16 – 6,22) 207 x = 6,22 . 16y ==>

x pb        6,22 . 16             1

——  =    ————          =   —

y 0         0,96 . 207          2

 

CARA PRAKTIS :

PbxO= 7,18 gram

Pb       = 6,22 gram         x Pb         6,22 . 10-2/207        3        1

———————— –             ——      =   ——————       =   —  =  —

O       =  0,96 gram       y O                96 . 10-2/16         6        2

No Comments on Jun 18th 2012

( SIPENMARU 1987 )

Jika 38 gram MgS04 . xH2O dipanaskan, akan dihasilkan 20 gram garam anhidrat.

Mr MgSO4 = 120 ; Mr H2O = 18.

Harga x diatas adalah :

( A )     1                                  ( B )     2                                  ( C )     4

( D )     5                                  ( E )     6

Jawab              :  ( E )

Pembahasan           :

Reaksi             :  MgSO4 .xH2O ——→ MgSO4 + xH2O

MgSO4 . xH2O            = 38 gram = [ 38/ (120 +18x) ] mol

MgSO4                = 20 gram =( 20/120) mol = 1/6 mol

Karena koefisien MgSO4 . xH2O sama dengan koef MgSO4, maka :

38/ (120 +18 x) mol = 1/6 mol ==> x = 6

 

CARA PRAKTIS  :

MgSO4 . xH2O  = 38 gram

MgSO4        = 20 gram               x H2O       18/18         1

—————————————-        ———  =   ———   =   —   =  6

X H2O       = 18 gram                MgSO4      20/120      1/6

 

No Comments on May 20th 2012

Older Posts »