«

»

Jun 05

Air Asam Tambang (Bagian 1)

 Air Asam Tambang 
adalah Air yang berasal dari kegiatan tambang terbuka atau tambang bawah tanah atau timbunan bijih atau batubara yang dicirikan oleh keasaman yang tinggi (pH rendah) dengan peningkatan logam terlarut. Terbentuk ketika mineral sulfida tertentu terpajan (exposed) pada suatu kondisi oksidasi dan mengalami perlindian (leching).
 Reaksi Pembentukan Air Asam Tambang
yang umum terjadi adalah sbb :
 4 FeS2 + 15 O2 + 14 H2O —– > 4 Fe(OH)3 ↓ + 8 H2SO4
 
Air Asam Tambang terbentuk karena ada 3 unsur pembentuk Air Asam Tambang yang bertemu, mirip seperti teori segitiga Api. Unsur pembentuk Air Asam Tambang yaitu :
1. Sulfida (dari batuan/mineral sulfida)
2. Air (dari air hujan)
3. Oksigen (dari udara)
Batuan sulfida biasanya terdapat di dalam tanah, di bawah top soil, sehingga sebelum ditambang, meskipun ada hujan, Air Asam Tambang tidak terbentuk karena tidak terpajan dengan  oksigen di udara. Air Asam Tambang terbetuk ketika batuan sulfida ini terbuka/terpajan (pada proses penambangan) yang mana akan terpajan dengan oksigen di udara dan air hujan, sehingga reaksi kimia berjalan.
Mineral pembentuk Air Asam Tambang adalah sebagai berikut :
• Pirit (FeS2)
• Pyrrhotite (Fe1-xS)
• Chalcopyrite (CuFeS2)
• Pentlandite (FeNi)S8
• Sphalenite (ZnFeHgCd)S
• Arsenopyrite (FeAsS)

• Kalkopirit (CuFeS2)

• Molibdenit (MoS2)
• Sinabar (HgS)
• Galena (PbS)
• Spalerit (ZnS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>